Selamat Datang & Terima kasih Kunjungannya Teman SMPIT-Istiqamah, Menerima Artikel & Banner Promo GRATIS! Kirim ke astarisekar@yahoo.com

Sikap Ramah Dirahmati Allah

(Kamis, 03 Juni 2010)

"Tidaklah seseorang memiliki kasih sayang terhadap sesama, kecuali Allah SWT akan menghiasinya dengan kemuliaan. Dan tidaklah seseorang berlaku bengis terhadap sesamanya, kecuali Allah akan mencabut rasa kasih sayang dari dirinya dan mencampakkannya ke tempat yang hina" ( Al Hadis ). 

PIKIRAN BENING hanya dimiliki oleh muslim yang berhati bersih. Hati bersih tandanya dirahmati Allah. Dan Orang yang dirahmati Allah, sejak didunia inipun ia sudah bisa menikmati "sorga" dunia sebelum sorga di akhirat. Cirinya ujar Nabi SAW: "Bila engkau bangun pagi, sehat badanmu, senang perasaanmu dan ada yang dimakan buat hari itu, seolah-olah dunia ini engkau yang punya".
Dalam hadis lain beliau bersabda : "Yang dinamakan kekayaan, bukan semata-mata banyaknya harta benda tetapi kekayaan sejati ialah ketenangan jiwa". Ketahuilah, orang yang jiwanya tenang, tatkala menghadapi sakaratul maut yang teramat dahsyat sakitnya itu, ia malah di elus-elus dengan panggilan indah oleh malaikat maut : "Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepangkuan Tuhanmu dalam keadaan ridha dan diridhai-Nya". 

Diantara ciri hati yang bersih, dalam dirinya selalu tersembul rasa kasih sayang bukan saja terhadap sesama manusia tetapi juga dengan mahluk lain. Dimana saja ia berada selalu memberi rahmat bagi lingkungan disekitarnya. Ucapannya menentramkan, wajahnya menyejukkan, sikapnya menawan, kehadirannya selalu dinanti-nantikan orang. Rasulullah SAW bersabda : "Orang muslim itu adalah orang yang membuat muslim yang lain terselamatkan dari kejahatan lidah dan tangannya". 

Pernah Nabi SAW. bertamu ke rumah seseorang. Sebelum masuk, beliau mendengar si tuan rumah berkata agak keras memarahi pembantunya. Untuk menghormati Nabi SAW, si Tuan rumah memberi jamuan kepada beliau. Kebetulan saat itu si Tuan rumah sedang puasa. Rasul SAW. menyuruh si Pemilik rumah itu untuk makan juga, karena kata beliau kurang lebih : "Tidak ada gunanya kamu berpuasa karena telah berkata kasar kepada pembantumu". Ujar Dr. Aidh Al Qarni : "Kebahagiaanku dan kebahagiaanmu itu terletak dalam bagaimana membahagiakan orang lain, bagaimana menciptakan kegembiraan pada diri mereka dan bagaimana menempatkan potensi, kemampuan dan kebaikan mereka." 

Orang yang dalam dirinya tidak terdapat rasa kasih sayang akan jauh dari rahmat Allah. Karena itu sangat beralasan kalau Umar bin Khattab RA tidak jadi mengangkat salah seorang sahabatnya menjadi gubernur di Syam, gara-gara sikapnya yang tidak ramah terhadap keluarganya sendiri. "Bagaimana kamu bersikap ramah terhadap rakyatmu nanti, kalau terhadap keluargamu sendiri saja kamu tidak bisa ramah", tegas Khalifah kedua ini kepadanya. 

Al Hasan meriwayatkan bahwa Rasul SAW berkata : "Tidak akan masuk surga kecuali orang yang bersifat kasih". Para sahabat berkata, "Kita semua pengasih." Ujar Nabi SAW : "Bukan kasih sayang kalian terhadap diri kalian sendiri, tetapi kasih sayang kalian terhadap umat manusia secara umum." 

Orang yang tidak bersifat kasih, maknanya dalam dirinya ada rasa sombong, angkuh, merasa serba hebat. Padahal simaklah firman Allah dalam hadis qudsi : "Keagungan itu pakaian-Ku dan kesombongan adalah selendang-Ku. Barangsiapa yang menandingi Aku dalam kedua hal tersebut maka Aku akan membinasakannya." Sehingga Rasul SAW. bersabda : "Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat sifat kesombongan walaupun seberat biji sawi." 

Saad bin Muazd RA. dikenal oleh penduduk Madinah orang yang taat beribadah. Sering terlihat menghabiskan waktunya iktikaf di masjid Nabawi. Ketika ia meninggal, Rasul SAW dan para sahabat ramai mengantarkannya ke pemakaman. Usai prosesi penguburan Nabi SAW. berkata : "Sayang kuburannya disempitkan oleh Allah". Para sahabat heran dan bertanya sebabnya : "Karena selama hidupnya sering mengecewakan keluarganya", tegas Rasul SAW. Berdasarkan hadis Rasulullah SAW. tersebut maka K.H.Abdullah Gymnastiar menulis antara lain : "Bila kita melakukan ibadah salat dengan khusyuk namun kita gampang meninggalkan kewajiban kita kepada isteri dan anak-anak kita, maka kita tidak mungkin dapat dekat dengan Allah." 

Abu Hurairah RA menceritakan hadis dari Rasulullah SAW. Intinya seorang lelaki yang sedang safar di gurun pasir merasa sangat haus. Ia menemukan air di sebuah sumur. Usai minum ia melihat seekor anjing yang juga tengah haus. Ia lalu turun mencedok air dengan menggunakan sepatunya dan diberikan ke anjing itu. Ternyata Allah SWT. memujinya dan mengampuni dosanya. Kemudian Rasulullah bersabda : "Setiap perbuatan baik pada yang bernyawa ada pahalanya". 

Al Hasan meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW. berkata : "Para abdal dari ummatku tidak masuk surga karena banyaknya salat dan puasa (yang sunat). Allah menyayangi mereka karena kesucian hati, kedermawanan dan kasih sayang mereka terhadap kaum Muslimin". ( Al Hakim, Ibnu Abid Dunya, Darquthni ). 

Turmuzi, Abu Daud dan Ahmat meriwayatkan, bahwa Rasul SAW. bersabda : "Orang-orang yang penyayang akan disayangi oleh Tuhan Ar-Rahman. Sayangilah yang dibumi niscaya yang dilangit akan menyangi kalian." 

Karena itu kilah seorang ulama besar : "Sifat kasih sayang harus dimiliki oleh setiap pemimpin, baik pemimpin agama atau bukan. Karena sifat kasih sayang membawa kita untuk berlapang dada, bersabar dan tidak lekas putus asa demi untuk berhasilnya tujuan yang dicita-citakan."

Ujar Andrie Wongso, motivator tersohor Indonesia : "Kasih dan perhatian adalah kekuatan. Jika setiap hari kita mau memberikan kasih dan perhatian kepada orang-orang di sekeliling kita, hidup akan terasa bahagia dan lebih bermakna."

Artikel Terkait :




Posted in Diposting oleh tarInfo di 21.22  

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright (c) 2008
| Belajar Blog | Syiar Islam Jump to TOP