Selamat Datang & Terima kasih Kunjungannya Teman SMPIT-Istiqamah, Menerima Artikel & Banner Promo GRATIS! Kirim ke astarisekar@yahoo.com

Tips menghafal Al-Quran

(Kamis, 03 Juni 2010)

Banyak ayat Al-Qur'an dan Hadits Nabi yang berisi anjuran untuk membaca Al-Qur'anul Karim dan menghafalnya. Dan berisikan pula penjelasan tentang kedudukan agung yang hanya diberikan kepada para penghafal Al-Qur'an yang senantiasa mengamalkannya. 

Oleh karenanya, para shahabat yang mulia RA dan para salafusshalih, dari satu generasi ke generasi berikutnya selalu berlomba-lomba dalam menghafal Al-Qur'anul Karim. Mereka juga senantiasa memiliki kesungguhan yang tinggi dalam mendidik anak-anak mereka agar menjadi penikmat hidangan Al-Qur'an, baik dalam mempelajarinya atau pun menghafalkannya dengan hafalan yang baik dan tajwid yang benar, mentaburi segala yang terdapat di dalamnya berupa janji dan ancaman. Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullahu berkata : 

"Dahulu para ulama salaf memberikan wasiat untuk selalu baik dalam
mengamalkan Al-Qur'an, bukan hanya sekedar banyak dalam membacanya; karena sesungguhnya pengamalan yang sedikit tetapi baik, lebih utama dari pengamalan yang banyak tetapi tidak baik". 

BEBERAPA TIPS MENGHAFAL AL-QURAN :
Banyak sekali tips untuk menghafalkan Al-Qur’an yang telah dituliskan oleh para ulama, diantaranya adalah tips-tips berikut ini, selamat menyimak semoga bermanfaat. 

Ikhlas sebagai kunci ilmu dan pemahaman.
Jadikan maksud dan tujuan kita dalam menghafal sebagai bentuk taqarrub kepada Allah SWT. Hadirkan pada diri kita bahwa yang sedang kita baca adalah Kalamullah Azza wa Jalla. Waspadalah bila mana motifasi kita dalam menghafal adalah untuk mendapatkan kedudukan di tengah-tengah masyarakat, atau untuk mendapatkan penghasilan dunia, upah dan hadiah. Karena Allah SWT tidak akan menerima amal melainkan bila mana dikerjakan secara ikhlas untuk-Nya semata Menjauhi kemaksiatan dan perbuatan dosa. 

Hati yang diselimuti oleh kemaksiatan dan disibukan dengan serbuan syahwat dunia, maka tidak akan mendapatkan porsi bagi cahaya Al-Qur'anul Karim. Karena kemaksiatan akan menjadi penghalang dalam menghafal Al-Qur'an, mengulang-ulang dan mentadaburinya. Segala bentuk bisikan setan akan memalingkannya dari berdzikir kepada Allah SWT.
Ibnu Mubarak rahimahullah berkata :
Aku melihat dosa-dosa itu akan mematikan hati
Selalu melakukan dosa akan mewariskan kehinaan
Meninggalkan dosa merupakan hidupnya hati
Baik bagi dirimu bilamana meninggalkannya 

Tengoklah Imam Syafi'I yang memiliki kecepatan dalam menghafal,
bagaimana dia mengadu kepada gurunya, Waki', suatu hari dia mengalami kelambatan dalam menghafal. Maka gurunya lalu memberikan obat mujarrab, yaitu dengan meninggalkan perbuatan maksiat dan mengosongkan hati dari setiap penghalang antara dia dan Tuhannya. 

Imam Syafi'I rahimahullah berkata :
Aku mengadu kepada (guruku) Waki' atas buruknya hafalanku Maka diapun memberiku nasihat agar aku meninggalkan kemaksiatan Dia memberitahuku bahwa ilmu itu adalah cahaya Dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang yang selalu bermaksiat. Barang siapa yang memiliki kesungguhan untuk menjauhi kemaksiatan maka Allah Azza wa Jalla akan membukakan hatinya untuk mengingat-Nya membimbingnya dalam mentadaburi ayat-ayat kitab-Nya, memberikan kemudahan dalam menghafal dan mempelajarinya. 

Memanfaatkan masa kanak-kanak dan masa muda. Karena anak kecil banyak memiliki waktu luang dan sedikit kesibukkan. Ahnaf bin Qais meriwayatkan bahwasanya dia pernah mendengr seseorang berkata : "Belajar diwaktu kecil bagaikan mengukir di atas batu". 
Maka Ahnaf pun berkomentar : "Orang dewasa itu lebih pandai, akan tetapi hatinya lebih sibuk". Oleh karenanya, bagi orang yang telah berlalu masa mudanya jangan sampai dia merasa tidak memilki ke kesempatan dan merasa lemah dalam menghafal; 

karena apabila dia kosongkan hatinya dari segala kesibukkan dan kegundahan, maka dia akan mendapatkan kemudahan dalam menghafal Al-Qur'anul Karim yang mana dia tidak mendapati kemudahan itu selain daripada menghafalnya. 

Allah ta'ala berfirman :
" Dan Sesungguhnya Telah kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, Maka Adakah orang yang mengambil pelajaran? ". (Q.S. Al-Qamar/54 :17) Dan ini adalah merupakan salah satu karakteristik Al-Qur'anul Karim.

Saudaraku, janganlah kamu lupa bahwa manusia ketika beranjak usia dewasa akan lemah penglihatannya. Tekadang dia tidak mempu untuk membaca Al-Qur'an dari mushaf, dan pada saat dewasa inilah dia akan mendapatkan apa yang telah dihafalnya dalam dadanya itu simpanan yang akan dibacanya dan dia nikmati dalam tahajudnya. Dan apabila dia tidak mengingat sedikitpun apa yang telah dihafalnya, maka betapa besar penyesalannya. 

Memanfaatkan waktu giat dan senggang.
Saudaraku sidang pembaca, tidak layak bagimu menghafal di waktu lelah dan membosankan, atau ketika pikiranmu sibuk dalam suatu perkara; karena semua ini akan menghalangi konsentrasimu dalam menghafal. Akan tetapi pilihlah waktu giat dan keadaan pikiran sedang tenang. Alangkah baik bilamana itu anda lakukan setelah shalat fajar (subuh) karena yang demikian itu lebih banyak manfaatnya, terlebih bagi orang yang tidur malamnya lebih awal. 

Menggunakan waktu-waktu giat sangat penting sekali, maka anda harus
mengetahui kapan diri anda bangkit untuk bekerja dan kapan mengistirahatkannya. Bila datang kesempatanmu, maka pergunakanlah ia sebaik-baiknya. Karena akhir setiap yang bergerak adalah ketenangan. Jangan kamu lalai melakukan kebaikan saat ada kesempatan karena kamu tidak tahu kapan ketenangan (kesempatan) itu akan kembali Dan diantara indahnya lantunan bait syair Imam Syafi'i rahimahullah agar menggunakan kesempatan yang ada untuk bergegas melakukan ketaatan adalah : 

Bila orang-orang mulai terlelap tidur, aku pun menangis Dan aku lantukan diantara bait syair yang terindah Bukankah kerugian itu adalah malam-malam yang berlalu Berlalu tanpa dilalui menuntut ilmu dan akan dihisab umurku? Memilih tempat yang tepat.Yaitu dengan menjauhi tempat-tempat bising dan keramaian; karena itu semua akan menyibukkan dan membuyarkan konsentrasi kita. Dan sebaik-baik tempat yang kamu pilih untuk menghafal Al-Qur'anul Karim adalah rumah-rumah Allah (masjid) agar kamu mendapatkan pahala yang berlipat ganda, atau di tempat yang tenang, di mana pendengaran dan penglihatan tidak disibuki dengan segala hal yang ada di sekitarmu. 

Motivasi diri dan tekad yang benar.
Keinginan yang kuat dan benar akan memberikan pengaruh yang besar dalam menguatkan, memudahkan dan berkonsntrasi dalam menghafal. Adapun orang yang ingin menghafal di bawah pengaruh tekanan kedua orang tuanya atau gurunya tanpa timbulnya motifasi dari dalam dirinya maka hal itu tidak akan berlangsung lama, dan pasti dia akan mengalami masa futur (lemah semangat) yang berat. 

Motivasi diri dan tekad yang benar akan bertambah dengan adanya penyemangat yang berkesinambungan, penjelasan akan ganjaran dan
kedudukan yang mulia bagi para penghafal Al-Qur'anul Karim dan majelis Al-Qur'an dan adanya pengobaran semangat berlomba dalam halaqah Qur’an, rumah atau sekolah. Dengan tekad yang benar ini maka dengan sendirinya bisikan-bisikan setan akan hilang dengan sendirinya dan nafsu ammarah (jiwa penyuruh keburukan) pun akan sirna. Imam Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata :
"Barang siapa memiliki tekad yang benar maka setan akan berputus asa
darinya, dan bila mana seorang hamba tidak teguh pendiriannya maka setan akan selalu mengganggunya dan menjanjikan angan-angan yang terlalu jauh". 

Imam Ibnu Al-Jauzi rahimahullah bercerita tentang dirinya :
"Aku pernah merasakan manisnya dalam menuntut ilmu, aku pun menjumpai berbagai ujian yang menurutku lebih manis dari pada madu dikarenakan aku menginginkan yang aku harapkan". 


" Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. (Al-'Asr, 1-3)

Artikel Terkait :




Posted in Label: Diposting oleh tarInfo di 21.29  

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright (c) 2008
| Belajar Blog | Syiar Islam Jump to TOP